Blognya Armand

Sepotong Kisah Perjalanan Hidup

Arsip untuk Oktober 2010

Mau tapi gak bisa , Gak bisa tapi mau ?

tinggalkan komentar »

The knowledge of anything, since all things have causes, is not acquired or complete unless it is known by its causes – Ibnu Sinna

Hari ini senin 4 oktober ,

Tidak ada yang begitu istimewa di hari ini , jam – jam kuliah banyak yang dipindah karena dosennya  berhalangan hadir dan meminta ganti jadwal , mulai dari pendahuluan blok elektif , dan kuliah mata emergensi , sehingga jadwal hari ini yang tadinya full jadi bolong2.

Rupanya hal2 seperti ini membuat 2 orang teman saya yang bertugas sebagai pengurus jadwal kelas kelabakan , karena harus bolak – balik keluar masuk ruang dosen dan memutar otak bagaimana menaruh jam ganti bagi dosen yang berhalangan tersebut. Hmm mungkin saya akan bahas mengenai topik ini di lain kesempatan.

Jam 3 saya PBL , topiknya tentang Trauma Pelvis , didalamnya dibahas mengenai topik Glasgow Coma Scale , atau yang biasa disingkat GCS

GCS sendiri adalah penilaian kuantitatif tentang tingkat kesadaran pasien , ada 3 aspek yang dinilai yaitu Eyes , Verbal dan Movement , dimana tiap aspek mempunyai rentang poin mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi

Berikut penilaian GCS

Eyes

4 – Buka tutup mata secara normal / spontan
3 – Buka mata kalo disuruh dengan perintah
2 – Buka mata jika di beri rangsang nyeri
1 – tidak ada respon

Verbal

5 – Berbicara / ngomong normal
4 – ngomong tapi kacau isi omongannya
3 – omongannya cuma sepatah – patah kata aja
2 – omongannya gak jelas / gak ada artinya ex : ehh arggghh
1 – tidak ada respon

Motorik

6 – Mengikuti perintah
5 – Mampu melokalisir nyeri
4 – Ada respon menarik diri dari rangsangan ? withdrawal
3 – Flexi abnormal
2 – Ekstensi abnormal
1 – Tidak ada respon

Jika semua poin dijumlahkan hasil maksimal ialah E4V5M6 = 15 dan hasil paling rendah ialah E1V1M1 = 3

Tutor kelompok saya , seorang dokter anestesi yang bernama dr.Rizqan SpAn -biasa dipanggil dengan sebutan dr.kiki-, menambahkan sedikit catatan tentang GCS ini
dimulai dari pernyataan dia “Bagaimana jika ada pasien yang mau tapi gak bisa , gak bisa tapi mau”

Dr.kiki bertanya jika ada seorang pasien hematoma palpebra (bengkak karena pecah pembuluh darah pada kelopak mata) , disuruh membuka mata , dia sadar tapi tidak bisa membuka matanya karena matanya bengkak.
Skor apa yang harus kita berikan ? 4 (bisa membuka mata) atau 1 (tidak ada respon)

Setelah berdikusi , dr.kiki mengatakan , kita harus tetap memberi skor 4 pada pasien , karena pasien tersebut sadar , dan mau mebuka matanya tetapi terhalang oleh hematom palpebranya tersebut.

Setelah itu dr.kiki menambahkan bahwa sebenarnya mahasiswa jika sedang kuliah skor GCSnya menurun , karena di saat dosen menerangkan mahasiswanya pada tidur semua. Kami semua tertawa mendengar leluconnya tersebut hehehe. :)

Ditulis oleh dokterarmand

Oktober 4, 2010 pada 5:13 pm

Ditulis dalam cerita kedokteran

Saya mau go blog lagi

dengan 3 komentar

Hari ini tepatnya 3 oktober 2010 , sudah setaun lebih saya tidak nulis di blog lagi , post saya terakhir ialah tanggal 29 agustus 2009 , sudah cukup lama bukan.

Dan setelah saya melihat blog saya yang di blogspot , rupanya post saya yang pertama kali ialah pada bulan Oktober 2004 , menarik sekali sudah 6 taun saya ngeblog dengan diselingi beberapa fase hiatus yang cukup lama..

Itu sedikit intermezo , untuk mengawali go blog saya , setelah 1 taun lebih hiatus

Tadi sore saya menentir mahasiswa baru angkatan 2010 , karena pada malam sebelumnya saya mendapat sms dari bahrun 09 yang meminta bantuan saya untuk membantu mereka (PENDPRO) untuk menentir mahasiswa baru 2010.

Blok mereka sekarang ialah Metode Belajar , blok yang pertama di semester mereka yang pertama juga. Cukup senang juga melihat antusias pembukaan tentir – istilah bahrun PJ Tentir Pendpro – di audit . Kebetulan pada hari yang sama di audit diadakan donor darah masal ISMKI , setelah donor darah selesai , mengampar lah mahasiswa2 baru dengan baju putih hitamnya di lantai audit. kira 2 ada 75 mahasiwa baru 2010 yang mengikuti kegiatan perdana tentir ini

Mereka antusias sekali , di kelompok saya yang berjumlah sekitar 15 orang , yang hanya di pegang oleh saya dan dika 09 , mereka giat sekali bertanya sehingga membuat saya kewalahan.

Ketika saya meminjam buku panduan blok mereka , saya menemukan hal yang lucu seperti skenario mereka ada yang tidak memakai kasus , hanya ditampilkan gambar tubuh manusia yang dibagi secara anatomis dalam beberapa bidang anatomi.

Mereka pun bertanya tentang perbedaan proximal – distal dengan cranial – kaudal dengan memakai pertanyaan yang rada kritis yaitu jika memakai kaus kaki itu gerakan apa ? tanya mereka , saya jawab itu adalah gerakan yang mengarah ke proximal , sesuai dengan ilmu yang saya pernah pelajari bahwa distal – proximal lebih mengarah ke penunjukan arah dibanding dengan superior – inferior.

Setelah tentir 2010 selesai , saya katakan pada Bahrun , bahwa kelompok seperti ini terlalu besar , 1 kelompok diisi dengan 15-20 mahasiswa baru yang hanya dipegang 2 penentir.  Idealnya 1 keompok berjumalah 4-6 orang dengan 1 penentir , karena dengan seperti itu kegiatan belajar mengajar serta sharing akademis akan berjalan dengan efektif dan efisien. Bahrun setuju dengan perkataan saya , dia mengatakan ini hanya permulaan saja kak , karena kita ingin melihat antusiame mereka dalam hal ini , selanjutnya akan di bentuk kelompok2 kecil tersebut.

Setlah itu kemudian saya kumpulkan mereka para penentir. mereka pun sharing tentang hal2 yang menarik dalam kejadian tadi. Pintarnya mereka meminta saya menetir mereka , kebetulan blok mereka adalah blok muskuloskeletal , termasuk blok yang saya sukai. Saya pun menyanggupi permintaan mereka dengan berbekal buku biru legendaris karangan dosen anatomi di kampus saya.

Saya cukup bangga dengan Dept.Pendpro yang sekarang , kebetulan anggota yang sekarang sebagian besar adalah anggota magang di pendpro sewaktu saya masih menjadi kadept.Pendpro. Jadi saya merasakan ada perkembangan dan kemajuan mereka dalam mengurusi hal-hal seperti ini. semoga mereka tetap bisa meneruskan kaderisasi pendpro kepada mahasiswa angkatan di bawah mereka.

Entah rupanya low back pain ini muncul lagi , saya ingin segera merebahkan diri di kasur.

Ditulis oleh dokterarmand

Oktober 2, 2010 pada 8:52 pm

Ditulis dalam cerita kedokteran

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.