Mau tapi gak bisa , Gak bisa tapi mau ?
The knowledge of anything, since all things have causes, is not acquired or complete unless it is known by its causes – Ibnu Sinna
Hari ini senin 4 oktober ,
Tidak ada yang begitu istimewa di hari ini , jam – jam kuliah banyak yang dipindah karena dosennya berhalangan hadir dan meminta ganti jadwal , mulai dari pendahuluan blok elektif , dan kuliah mata emergensi , sehingga jadwal hari ini yang tadinya full jadi bolong2.
Rupanya hal2 seperti ini membuat 2 orang teman saya yang bertugas sebagai pengurus jadwal kelas kelabakan , karena harus bolak – balik keluar masuk ruang dosen dan memutar otak bagaimana menaruh jam ganti bagi dosen yang berhalangan tersebut. Hmm mungkin saya akan bahas mengenai topik ini di lain kesempatan.
Jam 3 saya PBL , topiknya tentang Trauma Pelvis , didalamnya dibahas mengenai topik Glasgow Coma Scale , atau yang biasa disingkat GCS
GCS sendiri adalah penilaian kuantitatif tentang tingkat kesadaran pasien , ada 3 aspek yang dinilai yaitu Eyes , Verbal dan Movement , dimana tiap aspek mempunyai rentang poin mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi
Berikut penilaian GCS
Eyes
4 – Buka tutup mata secara normal / spontan
3 – Buka mata kalo disuruh dengan perintah
2 – Buka mata jika di beri rangsang nyeri
1 – tidak ada respon
Verbal
5 – Berbicara / ngomong normal
4 – ngomong tapi kacau isi omongannya
3 – omongannya cuma sepatah – patah kata aja
2 – omongannya gak jelas / gak ada artinya ex : ehh arggghh
1 – tidak ada respon
Motorik
6 – Mengikuti perintah
5 – Mampu melokalisir nyeri
4 – Ada respon menarik diri dari rangsangan ? withdrawal
3 – Flexi abnormal
2 – Ekstensi abnormal
1 – Tidak ada respon
Jika semua poin dijumlahkan hasil maksimal ialah E4V5M6 = 15 dan hasil paling rendah ialah E1V1M1 = 3
Tutor kelompok saya , seorang dokter anestesi yang bernama dr.Rizqan SpAn -biasa dipanggil dengan sebutan dr.kiki-, menambahkan sedikit catatan tentang GCS ini
dimulai dari pernyataan dia “Bagaimana jika ada pasien yang mau tapi gak bisa , gak bisa tapi mau”
Dr.kiki bertanya jika ada seorang pasien hematoma palpebra (bengkak karena pecah pembuluh darah pada kelopak mata) , disuruh membuka mata , dia sadar tapi tidak bisa membuka matanya karena matanya bengkak.
Skor apa yang harus kita berikan ? 4 (bisa membuka mata) atau 1 (tidak ada respon)
Setelah berdikusi , dr.kiki mengatakan , kita harus tetap memberi skor 4 pada pasien , karena pasien tersebut sadar , dan mau mebuka matanya tetapi terhalang oleh hematom palpebranya tersebut.
Setelah itu dr.kiki menambahkan bahwa sebenarnya mahasiswa jika sedang kuliah skor GCSnya menurun , karena di saat dosen menerangkan mahasiswanya pada tidur semua. Kami semua tertawa mendengar leluconnya tersebut hehehe.